jump to navigation

Pimpinan-pimpinan Gereja Di P Siantar Prihatin Kinerja DPRDSU Februari 4, 2009

Posted by onkp in Info.
trackback

P Siantar (SIB, 1 Februari 2009)
Pimpinan gereja di Pematangsiantar menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam sehubungan Panmus (Panitia Musyawarah) DPRDSU gagal menetapkan jadual paripurna pengambilan keputusan Propinsi Tapanuli (Protap) pada 4 Februari 2009 sesuai jadual yang disampaikan pimpinan dewan ke Panmus, karena dari 30 anggota Panmus hanya 9 yang hadir.
Demikian Bishop HKIP (Huria Kristen Indonesia Protestan) Pdt M Simanjuntak dan Wakil Ketua MD (Majelis Daerah) GPdI (Gereja Pantekosta di Indonesia) Sumut-NAD/Ketua PGPI (Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia) Kota P Siantar, Pdt B Manurung yang dihubungi, Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) menanggapi pemberitaan SIB, Rabu (28/1) berjudul “Paripurna DPRDSU 4 Februari bahas Protap tidak jadi”. Tidak jadinya rapat paripurna DPRDSU ini diungkapkan Ketua DPRD Sumut Drs H Azis Angkat MSP kepada wartawan, Selasa (27/1) seusai menggelar rapat Panmus membahas jadual kegiatan dewan pada bulan Februari 2009.
Dikatakan, DPR-RI sudah paripurnakan pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap), sedangkan Sumut hingga sekarang belum paripurnakan Protap walaupun perjuangan rakyat yang menginginkan terlaksananya pemekaran Propinsi Sumatera Utara dengan terbentuknya Protap sudah berjalan sangat lama. Padahal sesuai ungkapan Ketua DPRD Sumut Drs H Azis Angkat didampingi para Wakil Ketua DPRDSU, pimpinan dewan sudah sepakat/setuju jadual paripurna DPRDSU pembahasan Protap, Rabu (4/2). Karenanya, adalah wajar kalau masyarakat Tapanuli termasuk warga gereja “merasa tersinggung” atau “prihatin” akibat batalnya rapat paripurna DPRDSU untuk pembahasan Protap tersebut. Sebab, perjuangan pembentukan Protap adalah murni aspirasi masyarakat Tapanuli untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Namun, kata Pdt M Simanjuntak, walaupun perjuangan rakyat untuk mewujudkan pembentukan Protap masih ada tantangan atau hambatan-hambatan, Panitia Pembentukan Protap yang diketuai Ir GM Chandra Panggabean jangan pernah menyerah, bahkan harus lebih meningkatkan semangat kerjanya dan terus berdoa meminta pertolongan dari Tuhan. Setiap perjuangan demi mensejahterakan rakyat, pasti akan mendapat dukungan dari masyarakat banyak termasuk pimpinan gereja/warga gereja.
Pdt B Manurung menambahkan bahwa GPdI khususnya akan terus berdoa agar Tuhan turut campur tangan mewujudkan aspirasi masyarakat yang menginginkan terbentuknya Protap. Tegasnya, kalau Tuhan sudah menghendaki terbentuknya Protap, siapa pun tidak dapat menghalanginya, kata Pdt B Manurung. (S1/f)

Komentar»

No comments yet — be the first.