jump to navigation

Ritus Penyaliban Yesus Digelar di Atas Bukit Manyaran Maret 22, 2008

Posted by onkp in Info.
trackback

Semarang (SIB)
Umat Kristiani di Semarang memperingati wafatnya Yesus Kristus. Ritus penyaliban Yesus digelar di atas Bukit Manyaran, Semarang, Jawa Tengah.
Tiga panggung didirikan di atas bukit yang rencananya akan dibangun perumahan mewah itu, tepatnya di Jalan Roro Jonggrang Timur XIV, Manyaran, Semarang Barat, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/3).
Satu panggung utama disulap menjadi area ritus. Sedangkan 2 panggung lainnya digunakan untuk para tamu dan pengunjung.
Cuaca yang panas terik tidak menghalangi niat para pengunjung untuk datang. Mereka pun rela merogoh kocek untuk parkir dan berjalan menanjak sejauh 200 meter demi menghadiri ritus yang telah dilakukan selama 25 tahun silam.
Fragmen penyaliban Yesus diawali dengan dialog antara rakyat dengan Gubernur Roma Pontius Pilatus. Rakyat yang pada saat itu merupakan penganut Yahudi menangkap dan menginginkan Yesus dihukum karena menyebarkan ajaran baru yang dinilai sesat.
Atas berbagai pertimbangan, Pontius meminta rakyat memilih apakah Yesus atau penjahat kelas kakap bernama Barabas yang dilepas. “Barnabas, Barnabas, Barnabas,” teriak rakyat.
Meski berat hari, Pontius akhirnya melepas Barnabas dan menghukum cambuk Yesus. Atas desakan rakyat, Yesus dan dua pengikutnya disalib. Pada prosesi penyaliban, Yesus digiring ke atas bukit sambil disiksa.
Fragmen tersebut tampaknya menyedot perhatian para pengunjung. Mereka tampak histeris saat melihat prajurit Romawi mencambuk dan menyalib Yesus. Apalagi saat cairan merah laiknya darah melumuri tubuh para ‘aktor’.
Ketua Panitia, FB Djoko Sujono mengatakan, ritus semula akan digelar di halaman Gereja Santo Theresia. Namun karena setting lokasi tak memadai, akhirnya Komunitas Paroki Bongsari mengadakan di bukit Manyaran.
“Kami berharap dengan fragmen penyaliban ini, umat bisa mengambil hikmah Paskah,” kata Djoko. (Detikcom/v)

Komentar»

1. FB Nius Roewadi - Maret 31, 2008

Ini adalah bagian dari pewartaan secara visual dimana sekarang dari gereja sendiri jarang dilakukan karena biasanya pewartaan hanya dilakukan oleh perorangan yaitu seorang pastur atau pendeta saja
acara ini sungguh bagus bagi pengembangan iman kristiani karena pewartaan firman tuhan dilakukan secara bersama sama
saya ucapkan PROVICIAT atas terselenggaranya Passio di bukit manyaran

2. Mietha Anna Flarissha MK - September 15, 2008

Saya berfikir bahwa orang yang menyalib Yesus adalah orang yang hina,kejam dan tidak percaya akan kuasa Tuhan.Pastor saya pun berkata demikian.Tetapi, mengapa kita harus menuntut balas atas penyiksaan dan penyaliban Yesus? Seharusnya kita sebagai orang Kristen mengucapkan terima kasih kepada orang-orang Yahudi Yang menyalib Yesus Karena dengan di salibnya Yesus maka dosa-dosa kita akan ditebusNya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: